kata mutiara syekh abul hasan asy syadzili

IbnuAthaillah merupakan ulama tasawuf yang lahir di kota Iskandariah (Alexandria), Mesir, dan wafat pada 1309 M. Ia dikenal sebagai tokoh ketiga dalam tarekat syadziliyah, satu tarekat kesufian yang didirikan oleh Syekh Abu Hasan asy-Syadzili. Selain itu, ia dikenal pula sebagai pengajar di Al-Azhar, ahli hadis, dan ahli fikih Mazhab Maliki. Iamenimba ilmu dari beberapa syekh secara bertahap. Gurunya yang paling dekat adalah Abu Al-Abbas Ahmad ibn 'Ali al-Anshari al-Mursi, murid dari Abu al-Hasan al-Syadzili, pendiri tarekat al-Syadzili. Dalam bidang fiqih ia menganut dan menguasai mazhab Maliki, sedangkan di bidang tasawuf ia termasuk pengikut sekaligus tokoh tarekat al-Syadzili. Orangfakir tadi lalu berdiri dan berkata, "Demi Allah, memang hatiku berkata aku adalah orang yang zuhud. Aku sekarang minta ampun kepada Allah dan bertaubat". Di antara Ungkapan Mutiara Syekh Abul Hasan Asy-Syadili: 1. Tidak ada dosa yang lebih besar dari dua perkara ini : pertama, senang dunia dan memilih dunia mengalahkan akherat. PerjalananSufi Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. Suatu ketika saat berkelana beliau berkata dalam hati, "Ya Allah, kapankah aku bisa menjadi hamba-Mu yang bersyukur?" Kemudian terdengarlah suara, "Kalau kamu sudah mengerti dan merasa bahwa yang diberi nikmat hanya kamu saja" Beliau berkata lagi, "Bagaimana saya bisa begitu, padahal Engkau sudah memberi nikmat kepada para Nabi, Ulama Padasuatu kesempatan, almarhum Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa mengisahkan mimpi Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili yang bertemu Kanjeng Nabi Muhammad SAW tata letak foto polaroid di dinding kamar.

kata mutiara syekh abul hasan asy syadzili